Assalamu Alaikum, Selamat Datang Saudaraku  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Tampilkan postingan dengan label Khutbah Jumat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah Jumat. Tampilkan semua postingan

BERSIHKAN JIWAMU

Ma'asyiral muslimin, jama’ah Shalat jum’ah Rahimakumullah

Segala puji hanyalah milik Allah Ta’ala yang telah menciptakan manusia. Shalawat dan salam kita curahkan kepada junjungan kita, Rasulullah SAW, keluarga, sahabat-sahabatnya, dan orang-orang yang berjalan di atas tuntunannya.

Kemudian tidak lupa kami wasiatkan kepada diri kami pribadi dan kepada jama’ah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita, karena keimanan dan ketaqwaan merupakan sebaik-baik bekal menuju akhirat nanti.

Ma'asyiral muslimin, jama’ah Shalat jum’ah Rahimakumullah

Rasulullah SAW bersabda dalam suatu hadits :

"Ada 3 hal, siapa saja yang melakukan tiga hal itu, maka dia akan merasakan nikmatnya kehidupan beriman; (1) Beribadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla dengan mengikrarkan bahwa "Tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Dia (Allah)", (2) Menunaikan zakat hartanya yang baik menurut ukuran dirinya setiap tahun, dia tidak memberikan yang tua sekali, tidak yang kotor dan tidak yang sakit, tetapi yang (dia berikan adalah) hartanya yang sedang-sedang saja, karena Allah tidak meminta harta kalian yang terbaik dan juga tidak memerintakan agar kalian (mengeluarkan) yang jelek, (3) Menyucikan dirinya. Kemudian ada seseorang bertanya, "Apa tazkiyatun nufus (menyucikan diri) itu?" Dijawab oleh beliau, "Hendaklah dia mengetahui (menyadari) bahwa Allah bersamanya di mana pun dia berada". (HR. ath-Thabrani & al-Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh al-Albany)

Rasulullah SAW menyebutkan dalam hadits di atas bahwa salah satu dari tiga hal yang mengantarkan seseorang mencapai gerbang kenikmatan hidup dalam naungan iman adalah dengan melakukan tazkiyatun nufus.

Ma'asyiral muslimin, jama’ah Shalat jum’ah Rahimakumullah

Tentang urgensi tazkiyatun nufus ini tidak dapat disangkal dan diragukan lagi. Sebab kesuksesan dan kebahagiaan seseorang di dunia maupun di akhirat tergantung pada "kesucian jiwanya", sebagaimana firman Allah Ta’ala, "

(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (QS. As-Syu'arรข': 88-89).

Bahkan tugas terpenting yang Allah bebankan di atas pundak Nabi Muhammad SAW adalah menyucikan jiwa ummatnya. Bisa kita lihat penjelasan al-Qur'an berkenaan dengan hal itu dalam surat al-Jumu'ah,

"Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang (tugasnya adalah) membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menuyucikan mereka dan mengajarkan mereka Al-Kitab (Al-Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah), dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata". (QS. Al-Jumu'ah: 2)
 
Disamping kita berusaha untuk mensucikan jiwa, kita juga harus memohon pada Allah melalui do’a. karena amal shalih serta usaha yang dilakukan seseorang tanpa ada rahmat dan kasih sayang Allah tidak akan didapatkan. Di antara do'a diajarkan Islam dan sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW agar senantiasa diberikan kesucian jiwa adalah :

ุงู„ู„ู‡ู… ุขุชูŠ ุชู‚ูˆุงู‡ุง ูˆ ุฒูƒุงู‡ุง ูˆ ุฃู†ุช ุฎูŠุฑ ู…ู† ุฒูƒุงู‡ุง ุฃู…ู†ุช ูˆู„ูŠู‡ุง ูˆู…ูˆู„ุงู‡ุง
"Ya Allah anugerahi kepada jiwaku ketaqwaan, sucikanlah dia (jiwaku) karena Engkaulah sebaik-baik Dzat yang menyucikannya, Engkaulah wali dan penolongnya". (HR. Muslim)

Ma'asyiral muslimin, jama’ah Shalat jum’ah Rahimakumullah

Tazkiyatun nafs tidak akan terlaksana kecuali dengan beberapa amalan. Sedangkan amamaln-amalan di bawah ini tidak akan banyak berfungsi jika hanya sebatas ilmu tanpa ada usaha untuk mengamalkan. Dianta amalan-amalan tersebut adalah :

1. Merealisasikan Tauhid. Ini hal yang paling penting dalam melakukan Tazkiyatun Nufus, sebagaimana dijelaskan oleh al-Qur'an:

"Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menyekutukan-Nya, (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat (tauhid) dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat". (QS. Fushshilat: 6-7)

2. Menjaga Amalan Hati; ikhlas, cinta, takut, harapan, tawakkal, sabar, ridha, tunduk, patuh dan lain-lain. Perlu diketahui bahwa amalan hati jauh lebih utama daripada amalan lahiriah, karena amalan lahiriah adalah cerminan hati, kalau hatinya bersih akan menampilkan amalan yang bersih dan begitu pula sebaliknya.

3. Menunaikan shalat. Shalat adalah realisasi tauhid yang paling utama, sebab shalat itu menyucikan jiwa kita dari segala kotoran dosa dan maksiat. Rasulullah SAW menjelaskan hal itu dalam hadits berikut,

"Bagaimana menurut kalian kalau sebuah sungai ada di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian (dan) dia mandi di situ 5 kali dalam sehari, apakah menurut kalian masih ada kotoran yang menempel pada tubuhnya?" Mereka menjawab, "Tentu tidak ada". Lalu beliau bersabda, "Demikian halnya dengan shalat yang lima waktu, yang dengannya Allah membersihkan dosa-dosa yang diperbuat nya". (HR. al-Bukhari dan Muslim).

4. Melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan Allah dan Rasul-Nya. Jika Allah melarang untuk melihat hal yang diharamkan Allah, maka ia taati. Karena hal tersebutlah yang akan menjadikan hatinya suci. Allah telah berfirman,

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (QS. An-Nur: 30)

5. Bermuhasabah. Bermuhasabah artinya menghitung-hitung diri. Sudahkah kita berada di jalan Islam? Sudahkah kita melaksanakah perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya? Karena dengan muhasabah akan menjadikan seorang muslim lebih baik dari hari sebelumnya. Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk bermuhasabah, sebagaimana dalam firman-Nya,

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr: 18)

Sebagai penutup khotbah jum’ah kali ini, ada sebuah perkataan salaf yang cukup menarik, Maimun bin Mihron berkata :

“Seorang hamba tidak dikatakan bertakwa hingga ia menghisab dirinya lebih dibandingkan menghisab saudaranya. Sampai ia mengetahui dari mana makanannya, dari mana minumannya dan dari mana pakaiannya, apakah dari yang halal atau haram”.

Marilah kita menanamkan tekad sebesar-besarnya untuk mensucikan diri kita, karena hanya dengan kesucian jiwa kita akan mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.
[kholis] 

sumber : www.addakwah.com
01.31 | 0 komentar

Khutbah Jum’at: 10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang

 Muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah satu ikatan yang diikat dengan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah). Mukmin yang satu dengan mukmin yang lain adalah saudara.

Sampai kapan pun, musuh-musuh Islam tidak rela jika umat Islam bersatu dan saling berkasih sayang. Padahal itu adalah karakter yang harus dimiliki oleh kaum mukminin. Sebagai pengingat agar kita semakin meneguhkan kasih sayang sesama Muslim ini, khutbah Jum'at edisi 26 Shafar 1433 H bertepatan 20 Januari 2012 bertemakan 10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang.

***

KHUTBAH PERTAMA


ุฅู†َّ ุงู„ุญَู…ْุฏَ ู„ู„ู‡، ู†َุญْู…َุฏُู‡، ูˆู†ุณุชุนูŠู†ُู‡، ูˆู†ุณุชุบูุฑُู‡ُ، ูˆู†ุนูˆุฐُ ุจู‡ ู…ِู† ุดُุฑُูˆุฑِ ุฃู†ูُุณِู†َุง، ูˆَู…ِู†ْ ุณูŠุฆุงุชِ ุฃุนْู…َุงู„ِู†ุง، ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ ุงู„ู„ู‡ ูَู„ุง ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ، ูˆู…ู† ูŠُุถْู„ِู„ْ، ูَู„ุง ู‡َุงุฏِูŠ ู„َู‡ُ.
ุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃู†ْ ู„ุง ุฅู„َู‡َ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆุฃุดู‡ุฏُ ุฃู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนุจْุฏُู‡ ูˆุฑَุณُูˆู„ُู‡.
ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّู‰ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَ ุนَู„َู‰ ุงَู„ِู‡ِ ูˆَุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ูˆَู…َู†ْ ุชَุจِุนَ ู‡ُุฏًู‰
ูŠَุงุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„ุง ุชَู…ُูˆุชُู†َّ ุฅِู„ุง ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆู†َ
ูŠَุงุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุงุชَّู‚ُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู†َูْุณٍ ูˆَุงุญِุฏَุฉٍ ูˆَุฎَู„َู‚َ ู…ِู†ْู‡َุง ุฒَูˆْุฌَู‡َุง ูˆَุจَุซَّ ู…ِู†ْู‡ُู…َุง ุฑِุฌَุงู„ุง ูƒَุซِูŠุฑًุง ูˆَู†ِุณَุงุกً ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„َّุฐِูŠ ุชَุณَุงุกَู„ُูˆู†َ ุจِู‡ِ ูˆَุงู„ุฃุฑْุญَุงู…َ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุฑَู‚ِูŠุจًุง
ูŠَุงุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู‚ُูˆู„ُูˆุง ู‚َูˆْู„ุง ุณَุฏِูŠุฏًุง * ูŠُุตْู„ِุญْ ู„َูƒُู…ْ ุฃَุนْู…َุงู„َูƒُู…ْ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆุจَูƒُู…ْ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุทِุนِ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ูَู‚َุฏْ ูَุงุฒَ ูَูˆْุฒًุง ุนَุธِูŠู…ًุง
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Segala puji bagi Allah yang senantiasa melimpahkan karunianya kepada kita. Segala puji hanya milik-Nya yang telah menganugerahkan kenikmatan yang tak terhitung bagi kita semua. Dan diantara semua kenikmatan itu, nikmat Islam dan Iman adalah yang paling utama. Dengan nikmat itu, nikmat yang lain menjadi bernilai di hadapan Allah. Atas dasar nikmat itu, nikmat yang lain menjadi berharga di sisi Allah. Hanya dengan adanya nikmat itu, nikmat yang lain bermakna bagi kita, dalam pandangan Allah SWT.

Salawat dan salam atas Rasulullah SAW, yang telah mengajarkan ukhuwah dan memancangkan keteladanan dalam memenuhi hak ukhuwah sesama muslim. Maka para sahabat beliau pun menjadi generasi terbaik yang luar biasa kasih sayangnya kepada sesama Muslim.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Allah SWT menyebutkan bahwa generasi Muslim terbaik adalah generasi yang saling berkasih sayang antar mereka.


ู…ُุญَู…َّุฏٌ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…َุนَู‡ُ ุฃَุดِุฏَّุงุกُ ุนَู„َู‰ ุงู„ْูƒُูَّุงุฑِ ุฑُุญَู…َุงุกُ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (QS. Al-Fath : 29)

Dalam ayat yang lain, Allah juga menyebutkan karakter itu sebagai karakter generasi pengganti; generasi pilihan.


ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ู…َู†ْ ูŠَุฑْุชَุฏَّ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุนَู†ْ ุฏِูŠู†ِู‡ِ ูَุณَูˆْูَ ูŠَุฃْุชِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِู‚َูˆْู…ٍ ูŠُุญِุจُّู‡ُู…ْ ูˆَูŠُุญِุจُّูˆู†َู‡ُ ุฃَุฐِู„َّุฉٍ ุนَู„َู‰ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin (QS. Al-maidah : 54)

Bagaimana bentuk kasih sayang sesama muslim yang menjadi hak ukhuwah itu? Setidaknya ada 10 bentuk kasih sayang yang menjadi hak ukhuwah :

1. Berlemah lembut dalam bersikap dan bertutur


ูَุจِู…َุง ุฑَุญْู…َุฉٍ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„ِู†ْุชَ ู„َู‡ُู…ْ ูˆَู„َูˆْ ูƒُู†ْุชَ ูَุธًّุง ุบَู„ِูŠุธَ ุงู„ْู‚َู„ْุจِ ู„َุงู†ْูَุถُّูˆุง ู…ِู†ْ ุญَูˆْู„ِูƒَ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (QS. Ali Imran : 159)

2. Memaafkan dan memohonkan ampun serta bermusyawarah dengan mereka


ูَุงุนْูُ ุนَู†ْู‡ُู…ْ ูˆَุงุณْุชَุบْูِุฑْ ู„َู‡ُู…ْ ูˆَุดَุงูˆِุฑْู‡ُู…ْ ูِูŠ ุงู„ْุฃَู…ْุฑِ
Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu (QS. Ali Imran : 159)

3. Tawadhu' terhadap sesama Muslim


ูˆَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุฃَูˆْุญَู‰ ุฅِู„َู‰َّ ุฃَู†ْ ุชَูˆَุงุถَุนُูˆุง ุญَุชَّู‰ ู„ุงَ ูŠَูْุฎَุฑَ ุฃَุญَุฏٌ ุนَู„َู‰ ุฃَุญَุฏٍ ูˆَู„ุงَ ูŠَุจْุบِู‰ ุฃَุญَุฏٌ ุนَู„َู‰ ุฃَุญَุฏٍ
Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain. (HR. Muslim).

4. Menghilangkan hal-hal yang bisa menyakiti mereka

Dalam sebuah hadits, Abu Barzah Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,


ูŠَุง ุฑَ ุณُูˆْ ู„َ ุงู„ู„ู‡ ِุฏُ ู„َّู†ِูŠ ุนَู„َู‰ ุนَู…َู„ٍ ุฃَ ู†ْุชَูِุนُ ุจِู‡ِ ู‚َุงู„َ:ุงِุนْุฒِู„ْ ุงู„ْุฃَ ุฐَู‰ ุนَู†ْ ุทَุฑِ ูŠْู‚ِ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ
“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari jalan-jalan kaum muslimin.” (H.r. Muslim dan Ibnu Majah)

5. Senyum, Salam dan Sapa


ุชَุจَุณُّู…ُูƒَ ูِู‰ ูˆَุฌْู‡ِ ุฃَุฎِูŠูƒَ ู„َูƒَ ุตَุฏَู‚َุฉٌ
Senyummu di hadapan wajah saudaramu adalah sedekah (HR. Tirmidzi)


ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุฃَูْุดُูˆุง ุงู„ุณَّู„ุงَู…َ ูˆَุฃَุทْุนِู…ُูˆุง ุงู„ุทَّุนَุงู…َ ูˆَุตَู„ُّูˆุง ูˆَุงู„ู†َّุงุณُ ู†ِูŠَุงู…ٌ ุชَุฏْุฎُู„ُูˆู†َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ุจِุณَู„ุงَู…ٍ
Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berikan makanan, dan lakukan shalat saat orang lain tidur malam, niscaya kalian masuk surga dengan tenang. (HR. Tirmidzi, "hasan shahih")

6. Meringankan kesusahan sesama Muslim dan membantu mencarikan solusi baginya


ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ูِู‰ ุญَุงุฌَุฉِ ุฃَุฎِูŠู‡ِ ูƒَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِู‰ ุญَุงุฌَุชِู‡ِ ูˆَู…َู†ْ ูَุฑَّุฌَ ุนَู†ْ ู…ُุณْู„ِู…ٍ ูƒُุฑْุจَุฉً ูَุฑَّุฌَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุจِู‡َุง ูƒُุฑْุจَุฉً ู…ِู†ْ ูƒُุฑَุจِ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ
Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya. Barangsiapa menghilangkan kesusahan seseorang, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat. (Muttafaq 'alaih)

7. Menutupi aib sesama Muslim


ูˆَู…َู†ْ ุณَุชَุฑَ ู…ُุณْู„ِู…ًุง ุณَุชَุฑَู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ
Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah menutup aibnya pada hari kiamat. (Muttafaq 'alaih)

8. Senang melakukan/memberikan sesuatu yang disenangi sesama Muslim


ู„ุง ูŠُุคْู…ِู†ُ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ุญَุชَّู‰ ูŠُุญِุจَّ ู„ุฃَุฎِูŠู‡ِ ู…َุง ูŠُุญِุจُّ ู„ِู†َูْุณِู‡ِ
Tidak beriman seseorang hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya (HR. Bukhari)

9. Menunaikan hak-hak mereka, terutama enam hak sosial Muslim dari Muslim lainnya


ุญَู‚ُّ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِ ุณِุชٌّ: ุฅِุฐَุง ู„َู‚ِูŠْุชَู‡ُ ูَุณَู„ِّู…ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ, ูˆَุฅِุฐَุง ุฏَุนَุงูƒَ ูَุฃَุฌِุจْู‡ُ, ูˆِุฅِุฐَุง ุฅِุณْุชَู†ْุตَุญَูƒَ ูَุฃَู†ْุตِุญْู‡ُ, ูˆุฅِุฐَุง ุนَุทَุณَ ูَุญَู…ِุฏَ ุงู„ู„ู‡َ ูَุดَู…ِّุชู‡ُ, ูˆَุฅِุฐَุง ู…َุฑَุถَ ูَุนِุฏْู‡ُ, ูˆَุฅِุฐَุง ู…َุงุชَ ูَุฃَุชْุจِุนْู‡ُ
Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam; jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, jika dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, jika dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, jika dia bersin dia memuji Allah subhanahu wata’ala maka bertasymitlah untuknya, jika dia sakit maka jenguklah, dan jika dia mati maka iringilah jenazahnya. (H.R. Muslim)

Tasymit adalah mendo’akan Muslim yang bersin dengan ucapan "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu)

10. Mendoakan sesama Muslim dalam doa-doa kita, baik sepengetahuannya ataupun di luar sepengetahuannya


ู…َุง ู…ِู†ْ ุนَุจْุฏٍ ู…ُุณْู„ِู…ٍ ูŠَุฏْุนُูˆ ู„ุฃَุฎِูŠู‡ِ ุจِุธَู‡ْุฑِ ุงู„ْุบَูŠْุจِ ุฅِู„ุงَّ ู‚َุงู„َ ุงู„ْู…َู„َูƒُ ูˆَู„َูƒَ ุจِู…ِุซْู„ٍ
Tidak ada seorang hamba pun yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata kepadanya, "Dan bagimu seperti apa yang kamu pinta" (HR. Muslim)

ูˆَู‚ُู„ْ ุฑَุจِّ ุงุบْูِุฑْ ูˆَุงุฑْุญَู…ْ ูˆَุฃَู†ْุชَ ุฎَูŠْุฑُ ุงู„ุฑَّุงุญِู…ِูŠู†َ

KHUTBAH KEDUA

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَุฑْุณَู„َ ุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ุจِุงู„ْู‡ُุฏَู‰ ูˆَุฏِูŠู†ِ ุงู„ْุญَู‚ِّ ู„ِูŠُุธْู‡ِุฑَู‡ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ ูƒُู„ِّู‡ِ ูˆَู„َูˆْ ูƒَุฑِู‡َ ุงู„ْู…ُุดْุฑِูƒُูˆู†َ
ุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃู†ْ ู„ุง ุฅู„َู‡َ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุง ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆุฃุดู‡ุฏُ ุฃู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนุจْุฏُู‡ ูˆุฑَุณُูˆู„ُู‡.
ูŠَุงุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„ุง ุชَู…ُูˆุชُู†َّ ุฅِู„ุง ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆู†َ
ูŠَุงุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู‚ُูˆู„ُูˆุง ู‚َูˆْู„ุง ุณَุฏِูŠุฏًุง * ูŠُุตْู„ِุญْ ู„َูƒُู…ْ ุฃَุนْู…َุงู„َูƒُู…ْ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆุจَูƒُู…ْ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุทِุนِ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ูَู‚َุฏْ ูَุงุฒَ ูَูˆْุฒًุง ุนَุธِูŠู…ًุง


ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆุณَู„ِّู…ْ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูƒَู…َุง ุตَู„َّูŠْุชَ ูˆุณَู„ّู…ْุชَ ุนَู„َู‰ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ، ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ، ูƒَู…َุง ุจَุงุฑَูƒْุชَ ุนَู„َู‰ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ، ูِูŠ ุงู„ุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ ุฅِู†َّูƒَ ุญَู…ِูŠْุฏٌ ู…َุฌِูŠْุฏٌ، ูˆَุงุฑْุถَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَู†ْ ุฎُู„َูَุงุฆِู‡ِ ุงู„ุฑَّุงุดِุฏِูŠْู†َ، ูˆَุนَู†ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِู‡ِ ุฃُู…َّู‡َุงุชِ ุงู„ู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ، ูˆَุนَู†ْ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุตَّุญَุงุจَุฉِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠْู†َ، ูˆَุนَู†ْ ุงู„ู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ ูˆَุงู„ู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠْู†ِ، ูˆَุนَู†َّุง ู…َุนَู‡ُู…ْ ุจِุฑَุญْู…َุชِูƒَ ูŠَุง ุฃَุฑْุญَู…َ ุงู„ุฑَّุงุญِู…ِูŠْู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฌْุนَู„ْ ุฌَู…ْุนَู†َุง ู‡َุฐَุง ุฌَู…ْุนًุง ู…َุฑْุญُูˆْู…ًุง، ูˆَุงุฌْุนَู„ْ ุชَูَุฑُّู‚َู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِู‡ِ ุชَูَุฑُّู‚ًุง ู…َุนْุตُูˆْู…ًุง، ูˆَู„ุง ุชَุฏَุนْ ูِูŠْู†َุง ูˆَู„ุง ู…َุนَู†َุง ุดَู‚ِูŠًّุง ูˆَู„ุง ู…َุญْุฑُูˆْู…ًุง.
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ْู‡ُุฏَู‰ ูˆَุงู„ุชُّู‚َู‰ ูˆَุงู„ุนَูَุงูَ ูˆَุงู„ุบِู†َู‰.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุณْุฃَู„ُูƒَ ุฃَู†ْ ุชَุฑْุฒُู‚َ ูƒُู„ุงًّ ู…ِู†َّุง ู„ِุณَุงู†ًุง ุตَุงุฏِู‚ًุง ุฐَุงูƒِุฑًุง، ูˆَู‚َู„ْุจًุง ุฎَุงุดِุนًุง ู…ُู†ِูŠْุจًุง، ูˆَุนَู…َู„ุงً ุตَุงู„ِุญًุง ุฒَุงูƒِูŠًุง، ูˆَุนِู„ْู…ًุง ู†َุงูِุนًุง ุฑَุงูِุนًุง، ูˆَุฅِูŠْู…َุงู†ًุง ุฑَุงุณِุฎًุง ุซَุงุจِุชًุง، ูˆَูŠَู‚ِูŠْู†ًุง ุตَุงุฏِู‚ًุง ุฎَุงู„ِุตًุง، ูˆَุฑِุฒْู‚ًุง ุญَู„ุงَู„ุงًَ ุทَูŠِّุจًุง ูˆَุงุณِุนًุง، ูŠَุง ุฐَุง ุงู„ْุฌَู„ุงَู„ِ ูˆَุงู„ุฅِูƒْุฑَุงู…ِ.
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุนِุฒَّ ุงู„ุฅِุณْู„ุงَู…َ ูˆَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ، ูˆَูˆَุญِّุฏِ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตُูُูˆْูَู‡ُู…ْ، ูˆَุฃَุฌْู…ِุนْ ูƒَู„ِู…َุชَู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ุญَู‚ِّ، ูˆَุงูƒْุณِุฑْ ุดَูˆْูƒَุฉَ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ، ูˆَุงูƒْุชُุจِ ุงู„ุณَّู„ุงَู…َ ูˆَุงู„ุฃَู…ْู†َ ู„ِุนِุจุงุฏِูƒَ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฑَุจَّู†َุง ุงุญْูَุธْ ุฃَูˆْุทَุงู†َู†َุง ูˆَุฃَุนِุฒَّ ุณُู„ْุทَุงู†َู†َุง ูˆَุฃَูŠِّุฏْู‡ُ ุจِุงู„ْุญَู‚ِّ ูˆَุฃَูŠِّุฏْ ุจِู‡ِ ุงู„ْุญَู‚َّ ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฑَุจَّู†َุง ุงุณْู‚ِู†َุง ู…ِู†ْ ูَูŠْุถِูƒَ ุงู„ْู…ِุฏْุฑَุงุฑِ، ูˆَุงุฌْุนَู„ْู†َุง ู…ِู†َ ุงู„ุฐَّุงูƒِุฑِูŠْู†َ ู„َูƒَ ููŠ ุงู„ู„َูŠْู„ِ ูˆَุงู„ู†َّู‡َุงุฑِ، ุงู„ْู…ُุณْุชَุบْูِุฑِูŠْู†َ ู„َูƒَ ุจِุงู„ْุนَุดِูŠِّ ูˆَุงู„ุฃَุณْุญَุงุฑِ
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَู†ْุฒِู„ْ ุนَู„َูŠْู†َุง ู…ِู†ْ ุจَุฑَูƒَุงุชِ ุงู„ุณَّู…َุงุก ูˆَุฃَุฎْุฑِุฌْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑَุงุชِ ุงู„ุฃَุฑْุถِ، ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ู„َู†َุง ููŠ ุซِู…َุงุฑِู†َุง ูˆَุฒُุฑُูˆْุนِู†َุง ูˆูƒُู„ِّ ุฃَุฑุฒَุงู‚ِู†َุง ูŠَุง ุฐَุง ุงู„ْุฌَู„ุงَู„ِ ูˆَุงู„ุฅِูƒْุฑَุงู…ِ.
ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ููŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً ูˆَููŠ ุงู„ุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ.
ุฑَุจَّู†َุง ู„ุง ุชُุฒِุบْ ู‚ُู„ُูˆْุจَู†َุง ุจَุนْุฏَ ุฅِุฐْ ู‡َุฏَูŠْุชَู†َุง، ูˆَู‡َุจْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ู„َุฏُู†ْูƒَ ุฑَุญْู…َุฉً، ุฅِู†َّูƒَ ุฃَู†ْุชَ ุงู„ูˆَู‡َّุงุจُ.
ุฑَุจَّู†َุง ุธَู„َู…ْู†َุง ุฃَู†ْูُุณَู†َุง ูˆَุฅِู†ْ ู„َู…ْ ุชَุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ูˆَุชَุฑْุญَู…ْู†َุง ู„َู†َูƒُูˆْู†َู†َّ ู…ِู†َ ุงู„ุฎَุงุณِุฑِูŠْู†َ.
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุบْูِุฑْ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ، ูˆَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ، ุงู„ุฃَุญْูŠَุงุกِ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูˆَุงู„ุฃَู…ْูˆَุงุชِ، ุฅِู†َّูƒَ ุณَู…ِูŠْุนٌ ู‚َุฑِูŠْุจٌ ู…ُุฌِูŠْุจُ ุงู„ุฏُّุนَุงุกِ.

ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„ู‡ِ :ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ูŠَุฃْู…ُุฑُ ุจِุงู„ْุนَุฏْู„ِ ูˆَุงู„ุฅِุญْุณَุงู†ِ ูˆَุฅِูŠْุชَุงุกِ ุฐِูŠ ุงู„ู‚ُุฑْุจَู‰ ูˆَูŠَู†ْู‡َู‰ ุนَู†ِ ุงู„ْูَุญْุดَุงุกِ ูˆَุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَุงู„ْุจَุบْูŠِ ูŠَุนِุธُูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุฐَูƒَّุฑُูˆْู†َ

[Khutbah Jum'at 10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang edisi 26 Shafar 1433 H bertepatan dengan 20 Januari 2012 M; Bersama Dakwah]
20.23 | 0 komentar

KIPRAH KEWANITAAN

GALLERY FOTO

Cari Artikel di Sini

Counters


Categories