Assalamu Alaikum, Selamat Datang Saudaraku  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Tampilkan postingan dengan label Kolom PKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolom PKS. Tampilkan semua postingan

Siapa “Orang Lain di Tengah Kita” Yang Dimaksud Anis Matta ?

 
Oleh : Arif Rahman

Januari lalu, tulisan Anis Matta berjudul “Orang Lain Di Tengah Kita” dimuat oleh portalpiyungan.com. Kabarnya tulisan ini cukup terkenal. Saya sendiri baru baca beberapa waktu setelah Fahri Hamzah dipecat dari PKS di semua level keanggotaan.

Tulisan Anis Matta ini menyoroti tentang penyusupan di tubuh harakah Islamiyah yang bisa saja terjadi. Beliau mengawali tulisannya dengan memberikan contoh yang terjadi di Mesir. Sayyid Quthb digantung oleh Jamal Abdul Nasser, seorang kader inti Ikhwanul Muslimin yang juga seorang perwira militer yang kemudian menjadi penguasa Mesir saat itu.

Lalu Anis melanjutkan dengan mengungkapkan bahwa ada fakta yang berulang kali terjadi, “Sebagian besar musibah yang menimpa da’wah dan harakah selalu datang dari dalam harakah itu sendiri. Untuk sebagiannya, musibah itu datang dari shaf yang terlalu longgar, yang kemudian tersusupi dengan mudah.” tulisnya.”Jangan pernah menyalahkan musuh jika mereka berhasil menyusupi shaf kita. Sebab penyusupan adalah pekerjaan yang wajar yang akan selalu dilakukan musuh.”

Kontrol Organisasi Da’wah

Anis Matta kemudian menguraikan bahwa organisasi da’wah harus mengontrol dua hal : gagasan dan orang. Anis Matta menuliskan, “Gagasan perlu dikontrol karena manhaj da’wah kita mengalami proses interaksi yang dinamis dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam organisasi dan pada lingkungan strategis. Kontrol bukanlah merupakan upaya penjegalan atas munculnya gagasan-gagasan baru. Kontrol dilakukan untuk memastikan bahwa proses kreativitas dan pengembangan pemikiran dalam da’wah berlangsung dengan panduan metodologi yang benar.”

Yang menarik setelah ini adalah kontrol orang. Sebab dalam kasus pemecatan Fahri berhembus kabar intelijen telah menyusup ke dalam PKS. Fahri sendiri yang berkoar-koar di media tentang ini. Menurut Anis Matta dalam tulisannya itu, seseorang bisa dirancang sebagai penyusup ke dalam da’wah, tapi bisa juga direkrut oleh ‘orang lain’ justru setelah ia bergabung dengan da’wah. “Proses rekrutmen bisa berlangsung melalui suatu rekayasa intelijen, tapi bisa juga terjadi secara natural melalui pergaulan sehari-hari. Dalam kondisi terakhir ini, seorang aktivis da’wah biasanya mengalami penyimpangan perilaku atau akhlak, larut dalam pergaulan, dan kemudian secara tidak sadar membawa ‘pesan’ orang lain tanpa sadar ke dalam da’wah.” Begitu tulis mantan presiden PKS pengganti Luthfi Hasan Ishaq ini.

Tulisan “Orang Lain di Tengah Kita” seolah menyiratkan apa yang sedang terjadi di tubuh PKS. Bahwa ada “orang lain” yang memang sedang menyusup ke tubuh partai da’wah ini. Bahkan ada twit yang menyebut inisial SHW sebagai penyusup dan menengarai SHW sebagai makelar kasus yang menimpa para petinggi PKS yang pernah menjabat sebagai menteri. Namun twit yang mengaitkan tulisan Anis Matta dengan kasus Fahri Hamzah ini jelas tidak dapat dipertanggungjawabkan karena berasal dari akun anonim memakai nama @ronindonesia98.

Awalnya saya berpendapat ini bukan soal “Orang Lain di Tengah Kita”. Tetapi ini adalah soal pentingnya kesatuan sikap. Selama ini Fahri sering berseberangan dengan PKS. Sebut saja sikap PKS yang menolak kenaikan tunjangan DPR dan pejabat negara, Fahri malah berkoar ke media masih merasa kurang. Sebut lagi soal Setya Novanto maka kita akan melihat Fahri ngotot membela Novanto padahal PKS melarang membelanya.

Tetapi menarik menyimak tulisan Sapto Waluyo di selasar.com. Direktur Eksekutif Center for Indonesian Reform ini mengajak kita untuk menilai : “Para pengamat dan pewarta yang obyektif, silakan menilai: apa kepentingan Fahri di balik sikapnya yang ngototmendukung pembangunan gedung dan pemberian fasilitas anggota DPR RI, menerima revisi UU KPK, dan mendukung posisi Setya Novanto dalam skandal Freeport Gate serta menyerang MKD yang dipimpin sesama kader PKS (Surahman Hidayat)? Itu baru sebagian kecil dari sikap Fahri yang secara terbuka bertentangan dengan sikap PKS. Fahri tidak pernah bisa menjelaskan alasannya secara masuk akal, kecuali klaim bahwa ‘segala pernyataan dan sikapnya dilindungi konstitusi’. Narasi besar taat pada konstitusi negara dijadikan tameng Fahri untuk melecehkan AD/ART Partai. Padahal, silakan ditakar semua pernyataan dan sikap Fahri selama ini dari sisi: bobot konstitusionalitas dan kepentingan publiknya, seberapa besar? Tak ada yang tahu, karena Fahri juga tidak pernah memberikan laporan kepada Pimpinan PKS.”

Sikap berseberangannya Fahri ini dilanjutkan dengan sikap mbalelo atas panggilan demi panggilan yang dilancarkan oleh pimpinan PKS. Mangkir dari panggilan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seadanya. Sikap memandang enteng arahan pimpinan PKS ini dianggap Sapto menunjukkan bahwa Fahri sedang mendekonstruksi dirinya sendiri : tak ada loyalitas pada Partai dan Pimpinan Partai, tidak seorangpun yang dipercaya Fahri bisa mengarahkan dirinya; tidak Hilmi Aminuddin, tidak juga Salim Segaf. Patut dicatat, kedua tokoh senior PKS itu memberikan kesaksian dalam Majelis Tahkim yang diragukan legalitasnya oleh Fahri. Anis Matta memberikan keterangan tambahan di luar sidang MT.

Sapto menyebutkan bahwa watak asli Fahri terlihat saat menggugat PKS secara perdata di pengadilan negeri dengan tuntutan denda Rp 500 miliar untuk kerugian material dan immaterial. Untuk biaya pengacara, Fahri mencadangkan Rp 1 miliar. Bahkan, di saat proses mediasi disarankan Hakim PN Jaksel, Fahri menggugat tiga tokoh PKS (Sohibul Iman, Surahman Hidayat, dan Hidayat Nurwahid) ke MKD DPR RI (29/4/2016). Fahri benar-benar memanfaatkan posisi politik untuk mempertahankan kedudukan sebagai Wakil Ketua DPR RI dengan segala fasilitasnya, sambil menyerang orang-orang yang dipandang memusuhinya.

Fahri adalah “orang lain” ?

Melihat fenomena di atas, apakah Fahri adalah “orang lain di tengah kita” yang dimaksud Anis Matta ? Apakah Fahri yang dimaksud Anis Matta sebagai orang yang direkrut “orang lain” setelah ia bergabung dalam da’wah ? Apakah Fahri yang dimaksud sebagai kader yang secara tidak sadar membawa ‘pesan’ orang lain tanpa sadar ke dalam da’wah ?

Siapa “orang lain” di tengah kita sepertinya tidak perlu dijawab. Anis Matta sebenarnya sedang mengajak kader PKS berkontemplasi, jangan-jangan banyak kader yang “direkrut” secara tidak sadar mengalami penyimpangan perilaku atau akhlak, larut dalam pergaulan, dan kemudian secara tidak sadar membawa ‘pesan’ orang lain tanpa sadar ke dalam da’wah.

00.17 | 0 komentar

TAWADHU’ & KEBERKAHAN DAKWAH

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!
Foto Cyber Army PKS :: Cyber Activist Community ::.
Ketua MS PKS
 
Ustadz Dr. Salim Segaf Aljufrie
1. Mari kita berharap keberkahan Allah pada dakwah ini. Keberkahan itu datangnya dari keyakinan kita kepada Allah, bahwa semua kekuasaan/kemenangan/kekalahan itu terjadi atas kehendak Allah. Kita tidak sependapat dengan yang mengatakan bahwa konspirasi musuh menyebabkan kekalahan kita. Mau konspirasi apapun kalau Allah tidak berkehendak ya tidak akan terjadi. Mari kita melihat amal ini dengan pendekatan dakwah.
2. Evaluasi kita : kita tergiring secara tidak sadar menjadikan politik sebagai panglima. Lalu dakwah dan kaderisasi kita lupakan. Tolonglah slogan OBAH KABEH MUNDAK AKEH itu jangan dimaknai AKEH kursi dan suaranya. Tapi akeh dan mundak keberkahannya. dan itu dengan tetap menjadikan dakwah sebagai misi utama kita. Kursi itu bukan tujuan kita. Kalau kita pantas menerimanya Allah akan berikan. Saya membayangkan andai seluruh anggota dewan kita di indonesia ini di sebar merata ke desa desa yang ada di seluruh negeri. Lalu berdakwah, membina masyarakat dan kita punya kemampuan untuk itu. Insya allah keberkahan akan turun dengan cara itu. Tidak ada urusannya dapat kursi atau tidak.
3. Evaluasi kita : kita sering membuat target target yang sebenarnya tau itu diluar kemampuan kita. Lalu kita terjebak dengan cara cara yang jauh dari keberkahan untuk memaksakan mencapai target itu. Mengumpulkan dana dana syubhat. Bergantung pada konglomerat anu. konglomerat itu. Proyek ini itu.dst. Sekian suara harganya sekian M. Lalu dimana nilai keberkahan dakwah ini? begitu juga dengan perilaku politik kita yang kadang menyalahi sunnatullah. Begadang sampai hampir pagi menjaga suara. Toh tetap jebol juga. Apakah kita ini lebih sibuk dari Rasulullah? beliau selalu tertib dalam hal tidur dan bangun pagi. Di malam hari beliau serahkan dakwah di tangan Allah. Beliau tidur dan qiyamullail. Sesekali bolehlah begadang. Tapi kalau menjadi politic style kita itu sudah salah.
4. Allah hanya ingin kita ini bekerja semaksimal kemampuan kita. Laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa. Tidak perlu memaksakan pola pola dan cara cara yang diluar kemampuan kita. Jokowi itu sebenarnya contoh dari Allah, bahwa ketika Allah berkehendak, dengan dana pencitraan orang bisa mendapatkan kekuasaan dan Allah juga yang berkuasa menjatuhkannya. Jadi, mari kita semakin tawadhu’ dihadapan Allah. Semakin kita tawadhu’ dan merasa butuh pertolongan-Nya, maka pertolongan akan mendekat. Jangan terlalu ngoyo menampakkaan bahwa kita ini punya kekuatan. Semakin kita berpikir kita punya kekuatan, lalu melupakan Allah, maka justru pertolongan semakin menjauh. (dalam konteks ini, Ust salim menyebut stagnannya suara PKS dari PEMILU ke PEMILU)
5. Itulah sebabnya para ulama mengajari kita doa : Allahummarzuqnaa ma’rifatan yas habuha bil adabi. Ya Allah beri kami ma’rifat kepadamu, yang diiringi dengan adab terhadap-Mu. Kita mengenal Allah tapi kita tidak punya adab dan sopan santun terhadap-Nya. Lalu kita merasa sudah punya kekuatan.dan mulai melupakan-Nya. Ini namanya kita tidak beradab dan sopan santun terhadap Allah.
6. Jangan juga gara gara jabatan politik lantas life style dan perilaku kita berubah. Terbiasa dilayani. Kesenggol dikit marah marah dimana mana seolah ingin menunjukkan kita ini kuat. Kita lupa berapa ton nikmat Allah yang sudah kita makan melalui mulut kita. Mari jadi orang yang biasa biasa saja. dan mengingat bahwa semua ini pemberian Allah yang tidak akan kekal.
7. Pada akhirnya mari memperbanyak dzikrullah. Imam ali berkata :: inna lillahi fil ardhi aaniyatun wa huwa al qolbu. Sesungguhnya Allah itu memiliki tempat di bumi, yaitu dalam hati kita. kita ini standar nya ma’tsurot sughro. Itupun masih suka nanya : ada yang lebih sughro lagi nggak tadz? insya Allah dengan dzikir yang banyak itu keberkahan akan turun.
Wallahu Al musta’aan. (mujahidullah) 
23.09 | 0 komentar

Musda PKS Poso, Siap Menangkan Pilkada

Badan Pengurus Harian DPD PKS Poso 2015 - 2020

Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Poso menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 di Losmen Alugoro Poso, Minggu (25/10/2015).

Musda kali ini merupakan rangkaian dari alih kepemimpinan di tubuh PKS, setelah sebelumnya didahului dengan Munas di tingkat pusat dan Muswil di tingkat provinsi.

Kegiatan Musda yang ke 4 dengan mengambil tema" Berkhitmat Untuk Rakyat”, ini di ikuti sedikitnya tiga ratus peserta yang terdiri dari pengurus DPC di 14 kecamatan, pengurus DPD, simpatisan, masyarakat serta dihadiri kandidat PKS dan Ketua DPW PKS Sulteng Zainuddin Tambuala.

Ketua Panitia Musda Amir Kusa dalam sambutanya menjelaskan, jika sebelum dilaksanakan Musda ini telah dilaksanakan sebulan yang lalu dengan menghasilkan lima belas orang kader terbaik PKS.

Kata Amir Kusa, Musda kali ini digelar ditengah-tengah hiruk pikuk melaksanakan Pilkada serentak, sehingga agar para pendukung, simpatisan maupun pengurus partai bisa selalu tersentuh oleh dakwah partai PKS sendiri.

Sementara itu, dalam Musda kali ini juga  melantik lima orang pengurus DPD PKS, termasuk melantik Ketua DPD PKS Poso baru Muhamad Yusuf dan dilanjutkan penandatangan pakta intregitas.

Ketua DPD PKS terpilih, Muhamad Yusuf mengajak kepada para pendukung dan simpatisan untuk memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Poso Darmin-Syamsuri. Menurutnya, Musda ke empat kali ini merupakan momen yang berbeda dari sebelumnya.

"Kita pastikan untuk mendukung kandidat kita, ini Musda yang ke empat merupakan skenario oleh tuhan dimana pasangan kandidat kita DAS berada di nomor empat," tegasnya yang diikuti tepukan tangan dan teriakan ratusan pendukung yang hadiri Musda.

Kegiatan ini juga, selain di hadiri pendukung, simpatisan dan pengurus partai PKS, juga dihadiri pasangan calon bupati Darmin Agustinus Sigilipu dan wakilnya Syamsuri. Tak hanya itu pendukung partai Perindo, PKB dan PPP turut hadir dalam Musda PKS ini.

http://www.metrosulawesi.com/article/musda-pks-poso-siap-menangkan-pilkada
00.54 | 0 komentar

Habib Salim Segaf: Jangan Terburu Mengambil Buah Perjuangan

salim+segafKetua Majelis Syuro DPP PKS Habib Salim Segaf Al Jufri memberikan nasihat kepada kader-kader PKS yang hadir dalam Mukernas ke-4 di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11).

Habib Salim mengingatkan agar para kader betul-betul memperhatikan aspek yang pokok dalam agama. Jangan sampai demi kepentingan sesaat, kaidah pokok dalam agama dilanggar. “Jangan sekali-kali sesuatu yang fundamental dilanggar demi kepentingan sesaat,” papar Habib Salim Segaf.

Habib Salim menekankan setiap perjuangan tak menghasilkan sesuatu yang instan. Amanah harus tetap dipegang erat-erat. “Jangan terburu buru mengambil buah perjuangan, semua pasti ada waktunya,” ujar dia.”Kalau mereka memperebutkan dunia, biarlah mereka ambil,” tambah Habib Salim Segaf.

Habib Salim mengingatkan pengorbanan besar kaum Anshar setelah perang Hunain. Mereka tidak mendapat harta rampasan perang. Justru kaum Muslimin Makkah yang baru masuk Islam mendapatkan bagian tersebut.

Rasulullah SAW saat itu bersabda kepada kaum Anshar, “Apakah kalian tidak senang mereka pulang membawa harta sementara kalian pulang membawa Rasulullah. Sungguh jika bukan hijrah aku tentu bagian dari Anshar.”

“Biarkan mereka mengambil harta, sementara kita hanya fokus pada keberkahan dan perjuangan,” seru Habib Salim Segaf.

Habib Salim yakin barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan memenangkan golongan tersebut. “Menangkanlah Allah dalam akhlak, menangkan Allah dalam politik, menangkan Allah dalam seluruh aspek,” urai Habib Salim Segaf.

http://www.al-intima.com/nasehat/habib-salim-segaf-jangan-terburu-mengambil-buah-perjuangan
19.54 | 0 komentar

Saatnya (Kader) PKS Berbenah!

Beberapa kasus korupsi yang menyeret nama kader dan petinggi PKS beberapa waktu terakhir, tentu menjadikan kita geram, sedih, sekaligus malu. Geram! Geram karena didasari rasa tsiqoh kita kepada qiyadah dan para kader dakwah. Perasaan ini memunculkan keyakinan, bahwa serangkaian kasus yang terjadi belakangan ini, hanya rekayasa musuh - musuh dakwah yang hendak menghancurkannya melalui penghancuran sistematis dari dalam. Sedih! bagaimana tidak sedih, orang - orang terbaik dimana kita menaruh harapan besar kepada mereka, agar bisa berjihad ishlahul hukumah di negeri ini, harus gugur dan tumbang di tengah laga politik yang kian hari kian sadis. Malu! Di mana kita harus meletakkan wajah ini? bagaimana kita harus menjawab perkataan dan persepsi orang, "oh.. ini toh dakwah kalian? Katanya dakwah, kok Korupsi?" Sebenarnya bisa saja kita menjawab pertanyaan - pertanyaan semacam ini, Namun, seberapa besar energi, waktu dan biaya yang harus kita keluarkan untuk mengkounter statemen ini kepada seluruh rakyat indonesia yang sudah terlanjur termakan omongan media?

Mungkin inilah kado terindah yang diberikan oleh Allah kepada para kader dakwah: Penjara! Ya. Mungkin ini adalah sarana Allah untuk mensucikan mereka sebagaimana yang telah terjadi pada para mujahid sebelum mereka. Di belahan bumi yang lain, hal yang sama juga terjadi saat ini. Tidak hanya satu dua orang, ratusan bahkan ribuan telah menempati penjara - penjara para rezim, sebagian lagi bahkan sedang menunggu waktu menuju kesyahidannya di tiang gantungan. Kita tentu yakin seyakin - yakinnya, hukuman yang dijatuhkan kepada mereka bukan karena kesalahan yang mereka perbuat, namun karena kebencian musuh - musuh dakwah pada gerakan dakwah yang semakin melebarkan sayapnya ke ranah - ranah penting di negeri mereka.

Apakah tsiqoh dan yakin saja cukup untuk menghadapi situasi semacam ini? 

Tentu tidak wahai ikhwah..
Ketsiqohan dan keyakinan ini kita butuhkan agar tidak ada saling su'udhon sesama ikhwah sekaligus agar tidak ikut jatuh semangat kita dalam melanjutkan roda dakwah ini. Tsiqoh dan yakin ini adalah satu sayap, maka kita membutuhkan satu sayap yang lain agar kita tetap bisa move on dan terbang bersama dakwah menuju cita kita. Sayap itu adalah Muhasabah dan taubatan nashuha. Khawatinya, jika kita hanya mengedepankan tsiqoh dan yakin saja, akan menimbulkan ta'ashub ekstrim sehingga cenderung membabi buta, ujub, dan menganggap paling benar daripada yang lain. Muhasabah dan taubat ini dilakukan agar kita senantiasa merenungi tanda - tanda Tuhan di setiap musibah yang datang. Agar mata hati tetap jernih meihat apakah setiap musibah yang datang adalah ujian bagi para mujahid yang ikhlas? Teguran bagi yang menyimpang? Atau adzab karena kita yang telah mempermainkan dakwah dan ayat - ayat Allah? Na'udzubillah.

Tentu bukan hanya berlaku untuk para qiyadah di atas sana. Semua level sampai dengan kita kader - kader biasa, harus melakukan gerakan muhasabah dan taubat terhadap diri kita masing - masing. Pantaskan kita di sebut sebagai kader dakwah? Di jenak sepi inilah kita melihat setiap sudut dari hati kita sampai dengan menjulangnya bangunan amal kita sehari hari. Kemudian mulai meraba retak retak kecilnya, hingga melihat lubang - lubang besarnya. Di sana pula kita mulai menutup retak kecil dan menambal lubang lubang besar, sampai dengan membangun kembali bagian yang terkoyak dan roboh. Dengan taubat nasuha. 

Tsiqoh yang menimbulkan optimisme dan semangat, diiringi taubat yang menimbulkan rendah hati dan kelurusan niat, adalah modal utama dalam menghadapi gelombang besar bahtera dakwah. Ujian adalah masanya untuk menguji kokohnya gerakan sembari waktu untuk melihat apakah ada yang terseok dari bangunannya. Sekaranglah saatnya kita berbenah. Berbenah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan menghidupkan kembali ruh mihrab dan majlis ilmu kita dengan ruh yang baru. Kita isi mihrab kita dengan memaksimalkan ibadah agar ruhnya menyemai menjadi amal.

Kita isi mihrab kita dengan memaksimalkan ibadah agar ruhnya menyemai menjadi amal kita sehari - hari. Pun begitu dengan majlis ilmu kita, dari yang semula hanya penghias absen rutinan, kita jadikan ia benar - benar penata fikrah dan amal kita sehingga ruhul jadid yang kita dambakan benar - benar nyata adanya. Bukan orang lain. Tapi diri kita masing - masing.

Di saat - saat seperti ini kadang memori dan nostalgia masa awal dakwah hadir menjadi penamabah rasa kecewa kita. Masa - masa awal dengan segala suka dukanya. Dengan segala kemilitanan kadernya. Dengan pengorbanan tangis, harta, bahkan darah dan jiwanya. Melihat kondisi sekarang yang berbeda 180 derajat tentu bisa jadi melunturkan semangat dan ketsiqohan kita kepada jamaah. Kecewa adalah hal yang biasa. Bahkan inilah energi para pecinta. Ya! Kecewa adalah energi yang sangat besar bagi para pecinta untuk berubah. Kecewa adalah salah satu respon saat yang dicintainya tidak sesuai yang diharapkannya. Bedanya, bagi kader dakwah yang ikhlas, kekecewaanya justeru menjadikannya lebih semanagat untuk menjadi yang lebih baik dari yang sebelumnya. Energi cinta inilah yang ia gunakan untuk bergerak dan kembali bergerak menuntaskan agenda - agenda dakwah yang belum rampung.

Diiringi ketsiqohan dan husnudzon yang tulus kepada para qiyadah, kita lantunkan doa kita agar mereka diberikan kekuatan iman dan keteguhan dalam melangkah. Tak lupa selalu kita doakan agar mereka tetap istiqomah dengan tujuan dan cita - cita dakwah, dikuatkan azzamnya untuk menjaga jamaah ini agar tetap berada dalam naungan berkah dari Allah swt. Senantiasa dianugerahi zuhud dan ikhlas. dan diampuni dosa dan kesalahan mereka. Aamiin..

*ditulis dengan cinta.. untuk para kader yang sedang berjuang..!!
~~PKS Poso dot com~

fb 
15.12 | 0 komentar

PKS, Harapan Sejak 14 Tahun Silam

Hari ini, 20 April 2012, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memasuki usianya ke-14. Saat didirikan, ia bernama Partai Keadilan (PK). Dan sejak didirikan ia telah menjadi harapan. Diantara harapan itu, dituangkan Dahlan Iskan (direktur Jawa Pos saat itu) dalam sebuah tulisan di surat kabar harian Suara Indonesia, tanggal 21 September 1998. Tulisan itu berjudul: "Massa Santun di Dunia yang Bergetah."


Massa Santun di Dunia yang Bergetah

Menyaksikan deklarasi Partai Keadilan di Gelora Pancasila Surabaya Minggu kemarin, bulu kuduk saya merinding. Susana religius yang teduh lebih mendominasi daripada suasana hingar-bingar yang biasa tampak di sebuah forum rapat besar partai.

Dari massa yang hadir saja sudah pemberikan warna yang khas. Hampir semuanya anak muda, umur sekitar 20 sampai 30 tahun. Yang wanita semuanya berjilbab putih, bersih dan kelihatan dari bahan yang menunjukkan mereka dari golongan menengah ke atas.

Wajah-wajah mereka juga tampak sangat bersih, cerah dan kelihatan benar wajah intelektualnya. Lihat, begitu banyak yang mengenakan kaca mata putih dari jenis yang juga menunjukkan kelas sosialnya. Rasanya saya seperti berada di sebuah paroki dengan gambaran para biarawatinya.

Di antara para wanita belia itu tidak sedikit yang datang sambil menimang bayi. Cara menimangnya pun bisa menunjukkan bahwa mereka memperlakukan bayinya dengan penuh kasih sayang. Mereka membawa bayinya ke acara tersebut bukan untuk demonstratif, melainkan seperti mengandung misi bahwa kesibukan seperti apa pun -apalagi sekedar partai- tidak boleh mengabaikan anak, ditinggal di rumah saja, misalnya. Secara lahiriah umumnya penampilan mereka cocok untuk sebuah gambaran apa yang disebut keluarga sakinah.

Yang pria pun juga tampil amat ramah, santun dan sangat intelektual. Mereka umumnya mengenakan baju taqwa lengan panjang berwarna putih. Atau warna lain yang sangat kalem. Baju mereka juga rapi, bersih dan dari bahan yang berkelas. Wajah mereka lebih banyak senyum dan di dahi mereka umumnya membayang tanda hitam yang menunjukkan betapa khusyuk mereka bersujud.

Waktu mereka tiba maupun waktu mereka bubar tidak terjadi kegaduhan atau hiruk pikuk. Semuanya berlangsung rapi dan tertib. Acaranya pun dimulai tepat waktu, suatu yang langka terjadi dalam acara seperti itu.

Selesainya pun juga tepat memasuki waktu Dzuhur sehingga tidak perlu ada yang tidak sempat menunaikan kewajiban.

Dari jalannya acara terlihat mereka adalah kelompok yang sangat terorganisasi. Misalnya saja bagaimana acara seperti itu sekaligus dimanfaatkan untuk mendapatkan daftar anggota lengkap dengan riwayat hidup mereka. Formulir dibagi dengan sistematis dan dikumpulkan dengan cara yang sistematis pula.

Seorang wartawan ‘nyeletuk’ bahwa mereka inilah kelompok reformis sejati.

Maksudnya barangkali, karena usia mereka umumnya masih muda, maka mereka bukanlah kelompok yang pernah terkena getah pemerintahan Orde Baru. Mereka memang para aktivis masjid kampus, yang selama Orde Baru bertekad tidak mau ke mana-mana, karena melihat di mana-mana sudah penuh dengan getah. Yang kita tunggu, bagaimana ketika mereka bertekad untuk berkiprah di panggung politik, yang bukan hanya banyak getah lama tapi juga akan muncul getah-getah baru… []

sumber : bersamadakwah.com
20.11 | 0 komentar

Kultwit @MahfudzSiddiq : "Pengkhianatan Koalisi PKS"

 

Mahfudz Siddiq  
Wakil Sekjen PKS

@MahfudzSiddiq
 
 
  1. Nih "Pengkhianatan Koalisi PKS" versi Setgab: 1. Dukung angket Century, 2. Dukung angket mafia pajak dan 3. Tolak naik harga BBM.

  2. Apakah untuk 3 kasus tsb koalisi satu suara? Tidak. Bbrp partai koalisi beda dgn pemerintah. Tp label "pengkhianat" ditujukan hanya ke PKS.

  3. PKS dukung angket Century jelas krn perampokan Bank yg kemudian ditutup uang negara hrs diusut dan tdk boleh jadi pola berulang!

  4. PKS dukung angket mafia pajak jelas krn rugikan potensi penerimaan keuangan negara puluhan bahkan ratusan trilyun per-tahun. Kasus Gayus??

  5. PKS tolak harga BBM naik jelas krn masih ada solusi lain dan masy tdk siap dan tdk mampu. Faktanya skrg harga minyak dunia terus turun!

  6. Sekarang media ributkan "kejanggalan" APBNP yg diduga ada "barter" soal uang negara tuk gantirugi korban "Lapindo". Ada kaitan dgn isu BBM??

  7. Jika ada yg paham hebatnya mafia BBM di Indonesia, siapa paling diuntungkan jika BBM subsidi jadi naik 1 april lalu? Pastinya bukan PKS!

  8. PKS koalisi dgn Pres SBY krn mau bantu negara dan rakyat. Bukan bantu seorang SBY dan PD.

  9. Koalisi pernah disebut pengamat sbg "kerumunan politik yg sarat kepentingan". Jadi wajar kalo ada intrik, saling incar, belah bambu, etc!

  10. Saya tdk kaget jika seorang Ketum partai besar tiba2 jadi jubir istana tuk katakan bhw "PKS tlah berkhianat". Kami tdk akan komen ttg Anda!

  11. Saya jg tdk kaget ktk bbrp partai Islam minta PKS tdk dukung PT tinggi yg diusul 3 parpol besar dlm UU Pemilu. Kami setuju. Lalu Anda skrg??

  12. Banyak pihak nilai pemerintah asyik dgn pencitraan. Aneh saat PKS tolak harga BBM naik, buru2 mereka tuding PKS cari pencitraan. Haha..?!

  13. 2 periode, PKS tahu persis bgm manajemen koalisi dijalankan. Yakinkah bhw proses pengambilan keputusan baik jika style leadership sprt ini?

  14. Amar ma'ruf - Nahi munkar: prinsip PKS dlm berpolitik, baik di dalam ataupun di luar pemerintahan. Katakan kebenaran meski pahit (resikonya)

  15. PKS tdk punya media besar tuk bangun opini. Media kami adl nurani & akal sehat rakyat ini yg paham soal century, mafia pajak & kisruh BBM!

  16. PKS mmg partai seumur jagung tp pelajaran sejarah menyambung umur perjuangan kami tuk sadar dan paham bertindak. Meski banyak yg blm sadari.

  17. Kepada kader PKS trus arungi gelombang samudera dgn sampan kecil kalian! Kelak kapal2 besar yg akan karam akan butuh "tangan" kalian!

  18. Kader PKS: Trus pelajari sejarah, firasati keadaan dan bertindak tanpa pamrih untuk kebaikan sebanyak2nya orang di sekeliling kalian!

  19. Selamat berhari libur, tp jgn sekali2 liburkan nurani & akal kita! Rakyat negeri ini sdh lama lelah dgn keadaan, tp mrk msh simpan harapan!
 
sumber info 
*pkspiyungan.org
18.24 | 0 komentar

Dilema PKS

Buku Dilema PKS karya Burhanuddin Muhtadi segera mengambil perhatian publik seketika buku itu beredar. Mungkin Anda adalah termasuk orang yang penasaran dengan buku itu, berikut ini adalah kulwit dari Aang Kunaifi (Praktisi Kepemimpinan dan Direktur LMT Trustco Palembang) mengenai buku tersebut :

1. tadi pagi saya menyimak dialog yang konstruktif di tvone tentang #DilemaPKS antara Suara dan Syari'ah :)

2. #DilemaPKS itu merupakan judul sebuah buku yang ditulis oleh Pengamat Politik @BurhanMuhtadi yang merupakan tesis S2 beliau di ANU, Aussy

3. Dialog pagi tadi langsung menghadirkan beliau selaku penulis, juga tokoh PKS, yaitu Bapak Sekjend @anismatta

4. menurut @BurhanMuhtadi tema sentral buku #DilemaPKS ini mendasarkan tentang PKS yang mencoba memadukan antara islam dan demokrasi.

5. PKS yang coba memadukan antara islam dan demokrasi dalam satu tarikan nafas :), lalu pada saat yang sama menggabungkan 2 gerakan

6. Dua gerakan sekaligus, yaitu gerakan sosial ddan politik #DilemaPKS

7. maka dilema seperti inilah yang menurut penulis - berdasarkan teori politik yang beliau pelajari - sedang dirasakan oleh PKS

8. karena menurut beberapa ilmuwan politik internasional, agak sulit membayangkan tentang bersatunya antara islam dan demokrasi

9. Huntington merupakan satu dari prototype ilmuwan sosial dan politik yang mengamini pendapat tentang dilema itu

10. berdasarkan social movement theory juga agak sulit membayangkan gerakan sosial dan politik yang bersatu padu dalam satu lembaga

11. gerakan sosial adalah milik ormas atau organisasi sosial lainnya, sedangkan partai politik berkiprah dalam sebuah gerakan politik.

12. karena PKS sebagai sebuah partai, adalah parpol yang paling sering (data kompas dan republika) melakukan aksi2 sosial

13. sebut saja aksi2 demonstrasi, penanggulangan bencana alam, kerja2 baksi sosial, dsb

14. dua tema besar ini yang menurut @BurhanMuhtadi dalam dialog pagi tadi coba dia teliti dalam tesis yang sekarang sudah berbentuk buku :)

15. Nah, Pak @anismatta mencoba menjawab atau lebih tepatnya menjelaskan tentang PKS dengan semua keunikan (baca : keistimewaan).

16. terlalu singkat memang penjelasan beliau (karena waktunya juga singkat), tapi saya coba untuk menjelaskan tentang apa yang disampaikan

17. sebenarnya PKS menyelesaikan tema2 tentang suara dan syari'ah, gerakan sosial dan gerakan politik

18. Pada titik itu (Ideologis, Idealisme, Filosofis), PKS (kader2 utamanya) sudah tidak ada masalah lagi, sudah final

19. PKS menjadikan Islam sebagai ideologi bagi partai. karena itu, partai ini mendasarkan kerja2 politiknya kepada agama ini

20. itulah yang menyebabkan partai ini tidak mengalami kegalauan, atau dilema yang disinyalir oleh beberapa ilmuwan politik.

21. saya tidak meragukan analisa2 ilmuwan politik itu, dan bahkan beberapa saya nilai objektif, seperti analisa @BurhanMuhtadi

22. cuma maaf kalau yang saya ragukan adalah pisau analisa yang mereka gunakan dalam membedah PKS, yaitu teori2 sosial dan politik barat

23. karena teori2 itu memang bersumber pada konteks yang sifatnya sekular, memisahkan antara agama dan kehidupan, terutama politik

24. sehingga idealisme yang bersumber dari agama rasanya tidak mungkin bisa bersanding dengan kerja2 politik

25. kerja2 politik yang selalu identik dengan opportunistik, pragmatis, tipu daya, dan statemen2 negatif lainnya. Sehingga wajar jika....

26. jika mereka meragukan kemampuan PKS dalam mengusung nilai2 agama (islam) dalam kerja2 politik, menyandingkan haq dan batil :)

27. wajar karena mereka membedah PKS dengan pisau analisa yang berbeda dengan yang digunakan oleh kader2 PKS.

28. maka itulah statement @anismatta dalam dialog pagi. bahwa mereka sudah selesai dengan perdebatan suara dan syariah, partai terbuka, dsb

29. sudah selesai pada titik ideologi yang melahirkan nilai2 idealisme, filosofis dalam perjuangan

30. sudah relatif selesai juga dalam titik strategis, walau tetap dalam korelasi positif terhadap waktu dan faktor eksternal lainnya

31. tapi mungkin memang harus lebih banyak dan melakukan akselerasi dalam tataran teknis. sebuah kesadaran, atau sikap mental

32. sikap mental untuk menjadikan nilai2 islam yang syumul, sempuna, dan komprehensif, sehingga menjadi laku secara kolektifitas

33. inilah sebenarnya yang sering sekali disampaikan Sekjend PKS, yaitu @anismatta dalam tulisan2 dan taujih2nya

34. bahwa kemuliaan, kebesaran, serta keagungan islam tidak lengkap kalau tidak bertemu dengan manusia2 yang juga mulia, besar dan agung

35. dan inilah sebenarnya yang menjadi tantang islam di dunia dewasa ini, yaitu mempertemukan islam yang agung dengan pahlawan2nya.

36. undur diri dulu tweps, nanti kultwitnya saya lanjutkan ada agenda mendesak harus diselesaikan :)

37. baiklah, kita lanjut bincang tentang dialog pagi tadi bersama @anismatta & @BurhanMuhtadi membahas buku #DilemaPKS

38. sebelumnya saya bilang kalau @anismatta mengatakan dalam dialog pagi tadi dan dipengantar buku #DilemaPKS bahwa PKS sudah selesai dengan

39. PKS sudah selesain dengan ideologinya, yaitu islam. sedang islam sudah jauh2 hari mendeklarasikan diri sebagai agama sempurna (QS 4 : 3)

40. Maka Anis mengatakan bahwa yang paling penting sekarang bagi kader2 PKS adalah menyadari sepenuhnya tentang islam itu sendiri

41. tentang Islam yang sempurna, dan kemampuannya (Islam) untuk hadir dalam semua konteks kehidupan, kapan dan dimanapun.

42. termasuk kemampuan islam dalam menghadapi dan survive dalam kehidupan berdemokrasi

43. pesimisme tentang perpaduan antara islam dan demokrasi mungkin saja berasal dari keraguan (bersumber dari ketidakpahaman) ttg islam

44. Anis mengakui bahwa partai yang mengusung ideologi tertentu (apapun ideologinya) pasti akan menemukan fakta bahwa dilemanya....

45. bahwa dilemanya selalu terletak antara idealisme dan kapasitasnya, termasuk PKS. Sebab, ideologi membutuhkan pembuktian di lapangan

46. ideologi dan manusia ibarat dua sisi mata uang, tidak bisa dipisahkan. ideologi besar pasti membutuhkan manusia yang besar pula

47. maka debat2 yang membincangkan keraguan islam sebagai sebuah ideologi dengan turunannya, seperti partai terbuka, mampukah islam survive

48. mampukah islam survive dalam demokrasi, apakah PKS nantinya akan bisa menjadi partai besar, adalah debat yang harus diminimalisir

49. jauh lebih produktif berbicara dan bekerja untuk menjadi manusia muslim yang diinginkan oleh islam (tentang ini dikupas lengkap oleh..

50. ....... oleh @anismatta dalam bukunya #ModelManusiaMuslim)

51. meningkatkan kemampuan kader secara kolektif agar benar2 pantas untuk menjadi 2 sisi mata uang bagi islam. agama dan manusia agung

52. pertumbuhan kapasitas itu menurut Anis adalah tentang dialektika antara tantangan dan respon. Dinamika sejarah selalu tercipta begitu

53. apa yang dihadapi PKS sebagai sebuah partai hari ini adalah cara Allah untuk membuat partai ini menjadi lebih besar, tidak selesai....

54. membuat PKS menjadi lebih besar, tidak hanya selesai sekedar menjadi pertai menengah saja. apalagi PKS tidk terbntuk untk Indonesia saja

55. tentunya tergantung dengan respon yang diambil oleh PKS secara kolektif, memilih respon belajar untuk menghadapi tantangan2 itu

56. belajar dengan tidak hanya ada pada individu saja tapi juga dalam skala organisasi, dan kepemimpinan (leadership)

57. maka belajar menjadi usaha untuk mendekatkan jarak antara sebuah ideologi dan kapasitas organisasi yang mengusungnya

58. belajar adalah usaha untuk mendekatkan jarak antara islam dan PKS sebagai pertai pengusung

59. pembelajaran selalu merupakan rahasia di balik semua fenomena pertumbuhan jangka panjang dalam sejarah masy di dunia ini (Anis Matta)

60. maka itulah yang menurut Anis penting dilakukan oleh kader2 PKS, yaitu belajar dan seterusnya begitu

61. menurut saya, pertama sekali yang harus dipelajari adalah tentang islam itu sendiri, karena PKS berjuang untuk dan bersama islam

62. pemahaman yang menyeluruh, lengkap, komprehensif tentang islam itu akan menghasilkan kerja2 yang efektif dan produktif

63. ingat, pemahaman itu sendiri tidak hanya kerja akal, walau memang akal itu sendiri berpengaruh besar. pemahaman itu tntang akal dan hati

64. Hasan Albanna (Pendiri IM) sendiri mengatakan bahwa Pemahaman tentang Islam (Alfahm) adalah rukun bai'at yang pertama bagi para ikhwan

65. pemahaman yang baik tentang islam itulah yang membuat kader2 PKS mempunyai sikap mental, kesadaran yang laik sebagai pemimpin

66. itulah, saya optimis PKS akan bisa memimpin dan bekerja untuk Indonesia dan bahkan dunia, waktu yang akan menjawab

67. tapi memang perlu untuk melakukan akselerasi dalam belajar, agar waktu yang dinanti tidak terlalu panjang dan lama

68. sesegera mungkin PKS memang harus menyelesaikan permasalahan dalam negeri, karena dunia sudah rindu menanti :)

69. PKS tidak hanya bekerja untuk Indonesia tapi juga bagi seluruh dunia. Bukankah kita memang terlahir untuk menjadi pemimpin bagi dunia?

70. Sekian tweps bincang tentang #DilemaPKS, mohon RT jika berkenan, salam untuk semua:)

Demikian kulwit tentang buku Dilema PKS dari Aang Kunaifi, semoga bisa menjawab sebagian rasa penasaran mengenai buku karya Burhanuddin Muhtadi tersebut. []

19.56 | 0 komentar

KIPRAH KEWANITAAN

GALLERY FOTO

Cari Artikel di Sini

Counters


Categories