Assalamu Alaikum, Selamat Datang Saudaraku  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Mereka,, yang " Berkhidmat Untuk Rakyat " ( Poso)

Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kab. Poso baru-baru ini menyelesaikan RAKERDA dalam upaya merancang Strategi Pemenangan satu tahun kedepan yang biasa di Istilahkan RKT ( Renacana Kerja Tahunan ), dalam kesempatan ini di hadiri oleh Bapak. Ir. T. Samsuri, M.Si selaku wakil bupati terpilih dalam pilkada serentak yang juga merupakan salah satu kandidat yang di usung oleh PKS Poso,,,,

Adapun yang membuka acara adalah Ust. Muhammad Wahyudin selaku wakil Ketua Umum DPW PKS Sulteng, dalam sambutannya lebih menitik beratkan pada konsolidasi kader dalam upaya memperkuat basis-basis di masyarakat dan pencapaian target pemenangan secara Nasional,,,,

Pada kesempatan itu pula di  lakukan Pelantikan Pengurus baru DPD PKS Kab. Poso Masa Khidmat 2015 - 2020, adapun Susunan Pengurus Sbb :






STRUKTUR KEPENGURUSAN
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA KABUPATEN POSO
PERIODE 2015 – 2020



1.      Ketua Umum              : H.Usman Abdul Karim
2.      Wakil Ketua                : Arianto Ruslan
3.      Sekretaris Umum        : Muhammad Zakaria Laasi
4.      Wakil Sekretaris          : H.Arsyad Abdullah, BcHK
5.      Bendahara Umum       : Lisdawati

6.      Bidang Kaderisasi
          Ketua                    : Zainal Arifin
Sekretaris              : Tuti Utami, S.Pd


7.      Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga
         Ketua                    : Siti Rahmawati 
Sekretaris              : Marlia Lamusu
Anggota                  Nana Ardiana
                      
8.      Bidang Kepemudaan
           Ketua                    : Ari Junaedi

9.      Bidang Politik Hukam dan Keamanan
       Ketua                    : Drs.H.Amir Kusa
          Sekretaris              : Nuraini Yuta            
           Bagian Pemberdayaan Jaringan Usaha dan Ekonomi Kader
       Ketua                    : Tugino Tigin Harianto

       Bagian Kesejahteraan Rakyat
 Ketua                    : Fauziah, S.Pd

Selamat menjalankan Amanah dalam upaya Berkhidmat untuk Rakyat 
  

01.48 | 1 komentar

Beramal Islami di Dalam dan Melalui Jamaah

Anis Matta
Walaupun satu keluarga kami tak saling mengenal
Himpunlah daun-daun yang berhamburan ini
Hidupkan lagi ajaran saling mencintai
Ajari lagi kami berkhidmat seperti dulu

M. Iqbal

Itulah beberapa bait dari sajak doa iqbal. Mungkin batinnya menjerit pada kesaksiannya atas zamannya: umat ini seperti daun daun yang berhamburan. Seperti daun daun yang gugur diterpa angin, tak ada lagi kekuatan yang dapat menghimpunnya kembali, menatanya seperti ketika ia masih menggayut pada pohonnya.
Begitulah kenyataan umat ini: mungkin banyak orang salih diantara mereka, tapi semuanya seperti daun-daun yang berhamburan, tidak terhimpun dalam sebuah wadah bernama jamaah, mereka hilang diterpa angin zaman. Mungkin banyak potensi yang tersimpan pada individu-individu diantara mereka, tapi semuanya berserakan di sana sini, tak terhimpun.
Maka, jamaah adalah alat yang diberikan Islam bagi umatnya untuk menghimpun daun-daun yang berhamburan itu, supaya padu dengan kekuatan setiap orang shalih, orang hebat atau satu potensi bertemu pada dengan kekuatan saudaranya yang lain, yang sama shalihnya, yang sama hebatnya, yang sama potensialnya.

Jamaah juga merupakan cara yang paling tepat untuk menyederhanakan perbedaan-perbedaan individu. Di dalam satu jamaah, individu-individu yang mempunyai kemiripan disatukan dalam sebuah simpul. Maka, meskipun ada banyak jamaah, itu tetap lebih baik dari pada tidak sama sekali. Bagaimanapun, jauh lebih mudah memetakan orang banyak melalui pengelompokan atau simpul-simpulnya, ketimbang harus memetakan mereka sebagai individu.
Maka jalan panjang menuju kebangkitan umat ini harus dimulai dari menghimpun daun-daun yang berhamburan itu, merajut kembali jalinan cinta diantara mereka, menyatukan potensi dan kekuatan mereka, kemudian meledakkannya pada momentum sejarahnya, menjadi pohon peradaban yang teduh, yang menaungi kemanusiaan.

Tapi, itulah masalahnya. Ternyata, itu bukan pekerjaan yang mudah; ternyata, cinta tidak mudah ditumbuhkan diantara mereka; ternyata, orang shalih tidak mudah disatukan; ternyata, orang hebat tidak selalu bersedia menyatu dengan orang hebat yang lain. Mungkin itu sebabnya, ada ungkapan di kalangan gangster mafia: seorang prajurit yang bodoh, kadang-kadang lebih berguna daripada dua orang jenderal yang hebat. Namun, tidak ada jalan lain. Nabi umat ini tidak akan pernah memaafkan setiap orang diantara kita yang meninggalkan jama'ah, semata-mata karena ia tidak menemukan kecocokan bersama orang lain dalam jama'ahnya. Bagaimanapun, kekeruhan jama'ah, kata imam Ali bin Abi thalib r.a jauh lebih baik dari pada kejernihan individu.

Dari Individu ke Jamaah
Orang-orang shalih diantara kita harus menyadari bahwa tidak banyak yang ia berikan atau sumbangkan untuk Islam kecuali kalau ia bekerja di dalam dan melalui jama'ah. Mereka tidak dapat menolak fakta bahwa tidak ada orang yang dapat mempertahankan hidupnya tanpa bantuan orang lain; bahwa tidak pernah ada orang yang dapat melakukan segalanya atau menjadi segalanya; bahwa kecerdasan individual tidak pernah dapat mengalahkan kecerdasan kolektif. Bekerja di dalam dan melalui jamaah tidak hanya terkait dengan fitrah sosial kita, tapi terutama terkait dengan kebutuhan kita untuk menjadi lebih efisien, efektif, dan produktif.

Ada juga alasan lain. Kita hidup dalam sebuah zaman yang oleh ahli-ahlinya dicirikan sebagai masyarakat jaringan, masyarakat organisasi. Semua aktivitas manusia dilakukan didalam dan melalui organisasi; pemerintahan, politik, militer, bisnis, kegiatan sosial kemanusiaan, rumah tangga, hiburan, dan lain-lain. Itu merupakan kata kunci yang menjelaskan, mengapa masyarakat modern menjadi sangat efektif, efisien dan produktif.

Masyarakat modern bekerja dengan kesadaran bahwa keterbatasan-keterbatasan yang ada pada setiap individu sesungguhnya dapat dihilangkan dengan mengisi keterbatasan mereka itu dengan kekuatan-kekuatan yang ada pada individu-individu yang lain.

Jadi kebutuhan setiap individu muslim untuk bekerja atau beramal Islami di dalam dan melalui jama'ah, bukan saja lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitasnya, tapi juga lahir dari kebutuhan untuk bekerja dan beramal Islami pada level yang setara dengan tantangan zaman kita.

Musuh-musuh kita mengelola dan mengorganisasi pekerjaan-pekerjaan mereka dengan rapi, sementara kita bekerja sendiri-sendiri tanpa organisasi, dan kalau ada biasanya tanpa manajemen.

Pilihan untuk bekerja dan beramal Islami di dalam dan melalui jama'ah, hanya lahir dari kesadaran mendalam seperti ini. Namun, kesadaran ini saja tidak cukup. Ada persyaratan psikologis lain yang harus kita miliki untuk dapat bekerja lebih efektif, efisien, dan produktif dalam kehidupan berjama'ah.

1. Kesadaran bahwa kita hanyalah bagian dari fungsi pencapaian tujuan. Jama'ah didirikan untuk mencapai tujuan-tujuan besar: jama'ah bekerja dengan sebuah perencanaan dan strategi yang komprehensif dan integral. Di dalam strategi besar itu, individu harus ditempatkan sebagai bagian dari keseluruhan elemen yang diperlukan untuk mencapainya.

Jadi, sehebat apapun seorang individu, bahkan sebesar apapun kontribusinya, dia tidak boleh merasa lebih besar dari pada strategi dimana ia merupakan salah satu bagiannya. Begitu ada individu yang merasa lebih besar dari strategi jama'ah, strategi itu akan berantakan. Untuk itu, setiap individu harus memiliki kerendahan hati yang tulus.
2. Semangat memberi yang mengalahkan semangat menerima. Dalam kehidupan berjama'ah terjadi proses memberi dan menerima. Namun, jika pada sebagian besar proses kita selalu pada posisi menerima, secara perlahan kita "mengonsumsi" kebaikan-kebaikan orang lain hingga habis. Itu tidak akan pernah mampu melanggengkan hubungan individu dalam sebuah jama'ah. Betapa bijak nasihat KH. Ahmad Dahlan kepada warga Muhammadiyah, "Hidup-hidupkanlah Muhammadiyah, dan jangan mencari hidup dalam Muhammadiyah."
3. Kesiapan untuk menjadi tentara yang kreatif. Pusat stabilitas dalam jama'ah adalah kepemimpinan yang kuat. Namun, seorang pemimpin hanya akan menjadi efektif apabila ia mempunyai prajurit-prajurit yang taat dan setia. Ketaatan dan kesetiaan adalah inti keprajuritan. Begitu kita bergabung dalam sebuah jama'ah, kita harus bersiap untuk menjadi taat dan setia. Akan tetapi, ruang lingkup amal Islami yang sangat luas membutuhkan manusia-manusia kreatif, dan kreativitas tidak bertentangan dengan ketaatan dan kesetiaan. Jadi, kita harus menggabungkan ketaatan dan kreativitas; ketaatan lahir dari kedisiplinan dan komitmen, sementara kreativitas lahir dari kecerdasan dan kelincahan. Hal itu merupakan perpaduan yang indah.

4. Berorientasi pada karya, bukan pada posisi. Jebakan terbesar yang dapat menjerumuskan kita dalam kehidupan berjama'ah adalah posisi struktural. Jama'ah hanyalah wadah bagi kita untuk beramal. Maka kita harus selalu berorientasi pada amal dan karya yang menjadi tujuan utama kita berjama'ah, dan memandang posisi struktural sebagai perkara sampingan saja. Dengan begitu, kita akan selalu bekerja dan berkarya, ada atau tanpa posisi struktural.
5. Bekerjasama walaupun berbeda. Perbedaan adalah tabiat kehidupan yang tidak dapat dimatikan oleh jama'ah. Maka, menjadi hal yang salah jika berharap bisa hidup dalam sebuah jama'ah yang bebas dari perbedaan. Yang harus kita tumbuhkan adalah kemampuan jiwa dan kelapangan dada untuk tetap bekerja sama dengan perpecahan dan karena itu kita tetap dapat bersatu walaupun kita berbeda.
Jamaah yang Efektif
Mungkin jauh lebih realistis untuk mencari jama'ah yang efektif ketimbang mencari jama'ah yang ideal. Kita adalah umat yang sakit. Setiap kita mewarisi kadar tertentu dari penyakit tersebut. Jika orang-orang sakit itu sering bertemu dalam sebuah jama'ah, pada dasarnya jama'ah itu juga merupakan jama'ah yang sakit. Itulah faktanya. Namun, tugas kita adalah menyalakan lilin, bukan mencela kegelapan.
Jama'ah yang efektif adalah jama'ah yang dapat mengeksekusi atau merealisasikan rencana-rencanaya. Kemampuan eksekusi itu lahir dari integrasi antara berbagi elemen: ada sasaran dan target yang jelas, strategi yang tepat, sarana pendukung yang memadai, pelaku yang bekerja dengan penuh semangat, dan lingkungan strategi yang kondusif. Jama'ah yang didirikan untuk kepentingan menegakkan syariat Allah di muka bumi akan menjadi efektif apabila ia memililki syarat-syarat berikut ini:
1. Ikatan akidah, bukan kepentingan. Orang-orang yang bergabung dalam jama'ah itu disatukan oleh ikatan akidah, dipersaudarakan oleh iman, dan bekerja untuk kepentingan Islam. Mereka tidak disatukan oleh kepentingan duniawi yang biasanya lahir dari syahwat; keserakahan (hubbud dunya) dan ketakutan (karahiatul maut).
2. Jama'ah itu sarana bukan tujuan. Jama'ah itu tetap diposisikan sebagai sarana, bukan tujuan, sehingga tidak ada alasan untuk memupuk dan memelihara fanatisme sekedar untuk menunjukkan kesetiaan pada jama'ah. Hilangnya fanatisme juga memungkinkan jama'ah-jama'ah itu saling bekerja sama diantara mereka, membangun jaringan yang kuat, dan tidak terjebak dalam pertarungan yang saling mematikan.

3. Sistem, bukan tokoh. Jama'ah itu akan menjadi efektif jika orang-orang yang ada di dalamnya bekerja dengan sebuah sistem yang jelas, bukan bekerja dengan seseorang yang berfungsi sebagai sistem. Pemimpin dan prajurit hanyalah bagian dari strategi, sistem adalah sesuatu yang terpisah. Dengan cara ini, kita mencegah munculnya diktatorisme, di mana selera sang pemimpin menjelma menjadi sistem.
4. Penumbuhan, bukan pemanfaatan. Sebuah jamaah akan menjadi efektif jika ia memandang dan menempatkan orang -orang yang tergabung ke dalamnya sebagi pelaku-pelaku, yang karenanya perlu ditumbuh-kembangkan secara terus menerus, untuk fungsi pencapaian tujuan jama'ah itu. Jama'ah itu akan menempatkan dirinya sebagai fasilitator bagi perkembangan kreativitas individunya, dan tidak memandang mereka sebagai pembantu-pembantu yang harus dipaksa bekerja keras, atau sapi-sapi dungu yang harus diperah setiap saat.

5. Mengelola perbedaan, bukan mematikannya. Jama'ah yang efektif selalu mampu mengubah keragaman menjadi sumber kreativitas kolektifnya, dan itu dilakukan melalui mekanisme syura yang dapat memfasilitasi setiap perbedaan untuk diubah menjadi konsensus.

Anis Matta
Sumber: Buku 'Dari Gerakan ke Negara'
 
18.53 | 0 komentar

Musda PKS Poso, Siap Menangkan Pilkada

Badan Pengurus Harian DPD PKS Poso 2015 - 2020

Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Poso menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 di Losmen Alugoro Poso, Minggu (25/10/2015).

Musda kali ini merupakan rangkaian dari alih kepemimpinan di tubuh PKS, setelah sebelumnya didahului dengan Munas di tingkat pusat dan Muswil di tingkat provinsi.

Kegiatan Musda yang ke 4 dengan mengambil tema" Berkhitmat Untuk Rakyat”, ini di ikuti sedikitnya tiga ratus peserta yang terdiri dari pengurus DPC di 14 kecamatan, pengurus DPD, simpatisan, masyarakat serta dihadiri kandidat PKS dan Ketua DPW PKS Sulteng Zainuddin Tambuala.

Ketua Panitia Musda Amir Kusa dalam sambutanya menjelaskan, jika sebelum dilaksanakan Musda ini telah dilaksanakan sebulan yang lalu dengan menghasilkan lima belas orang kader terbaik PKS.

Kata Amir Kusa, Musda kali ini digelar ditengah-tengah hiruk pikuk melaksanakan Pilkada serentak, sehingga agar para pendukung, simpatisan maupun pengurus partai bisa selalu tersentuh oleh dakwah partai PKS sendiri.

Sementara itu, dalam Musda kali ini juga  melantik lima orang pengurus DPD PKS, termasuk melantik Ketua DPD PKS Poso baru Muhamad Yusuf dan dilanjutkan penandatangan pakta intregitas.

Ketua DPD PKS terpilih, Muhamad Yusuf mengajak kepada para pendukung dan simpatisan untuk memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Poso Darmin-Syamsuri. Menurutnya, Musda ke empat kali ini merupakan momen yang berbeda dari sebelumnya.

"Kita pastikan untuk mendukung kandidat kita, ini Musda yang ke empat merupakan skenario oleh tuhan dimana pasangan kandidat kita DAS berada di nomor empat," tegasnya yang diikuti tepukan tangan dan teriakan ratusan pendukung yang hadiri Musda.

Kegiatan ini juga, selain di hadiri pendukung, simpatisan dan pengurus partai PKS, juga dihadiri pasangan calon bupati Darmin Agustinus Sigilipu dan wakilnya Syamsuri. Tak hanya itu pendukung partai Perindo, PKB dan PPP turut hadir dalam Musda PKS ini.

http://www.metrosulawesi.com/article/musda-pks-poso-siap-menangkan-pilkada
00.54 | 0 komentar

Habib Salim Segaf: Jangan Terburu Mengambil Buah Perjuangan

salim+segafKetua Majelis Syuro DPP PKS Habib Salim Segaf Al Jufri memberikan nasihat kepada kader-kader PKS yang hadir dalam Mukernas ke-4 di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11).

Habib Salim mengingatkan agar para kader betul-betul memperhatikan aspek yang pokok dalam agama. Jangan sampai demi kepentingan sesaat, kaidah pokok dalam agama dilanggar. “Jangan sekali-kali sesuatu yang fundamental dilanggar demi kepentingan sesaat,” papar Habib Salim Segaf.

Habib Salim menekankan setiap perjuangan tak menghasilkan sesuatu yang instan. Amanah harus tetap dipegang erat-erat. “Jangan terburu buru mengambil buah perjuangan, semua pasti ada waktunya,” ujar dia.”Kalau mereka memperebutkan dunia, biarlah mereka ambil,” tambah Habib Salim Segaf.

Habib Salim mengingatkan pengorbanan besar kaum Anshar setelah perang Hunain. Mereka tidak mendapat harta rampasan perang. Justru kaum Muslimin Makkah yang baru masuk Islam mendapatkan bagian tersebut.

Rasulullah SAW saat itu bersabda kepada kaum Anshar, “Apakah kalian tidak senang mereka pulang membawa harta sementara kalian pulang membawa Rasulullah. Sungguh jika bukan hijrah aku tentu bagian dari Anshar.”

“Biarkan mereka mengambil harta, sementara kita hanya fokus pada keberkahan dan perjuangan,” seru Habib Salim Segaf.

Habib Salim yakin barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan memenangkan golongan tersebut. “Menangkanlah Allah dalam akhlak, menangkan Allah dalam politik, menangkan Allah dalam seluruh aspek,” urai Habib Salim Segaf.

http://www.al-intima.com/nasehat/habib-salim-segaf-jangan-terburu-mengambil-buah-perjuangan
19.54 | 0 komentar

KIPRAH KEWANITAAN

GALLERY FOTO

Cari Artikel di Sini

Counters


Categories